Sosialisasi Biopori sebagai Pengembangan Sumber Daya Tanah dan Pemanfaatan Limbah Jerami sebagai Pupuk Organik Bersama Kelompok Tani Kelurahan Babadan

Babadan, 13/7/2023 – Ditengah semakin meningkatnya kesadaran mahasiswa akan isu lingkungan, Kelompok 351 MMD Universitas Brawijaya telah berhasil mengadakan Sosialisasi Biopori sebagai Pengembangan Sumber Daya Tanah serta Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Jerami sebagai Pupuk Organik yang dilaksanakan di salah satu rumah Ketua Kelompok Tani Babadan. Kegiatan ini diprakarsai oleh Annisa Saragih (FP ‘20), Afiifah Sabrina Adzmi (FT ‘21), dan Raditya Dwi Nugraha (FT ‘21). Sosialisasi dihadiri oleh BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Wlingi, Ketua salah satu Kelompok Tani Babadan, serta  beberapa Kelompok Tani. 

 

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Rahma Dhona (FH ‘21) selaku Master of Ceremony kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Ibu Nina sebagai perwakilan BPP Wlingi, Bapak Mundip sebagai Ketua salah satu Kelompok Tani Babadan, serta Nina Maulani (FPIK ‘21) sebagai Ketua Koordinasi Desa kepada peserta sosialisasi. Dalam kesempatan ini pemateri membahas pentingnya konservasi tanah melalui biopori sebagai solusi untuk mengatasi degradasi tanah akibat erosi dan penurunan kesuburan dan juga membahas pemanfaatan limbah jerami sebagai pupuk organik dalam meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengandalkan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. 

Selain seminar, workshop praktik lapangan digelar untuk mengajarkan kelompok tani tentang cara membuat biopori. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan biopori di area sekitar rumah ataupun lahan pertanian. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah biopori di Babadan dan memaksimalkan pemanfaatan limbah jerami sebagai sumber daya pertanian yang bernilai. 

 

Bapak Mundip, salah satu peserta sosialisasi sekaligus sebagai Ketua Salah Satu Kelompok Tani Babadan, menyambut baik kegiatan tersebut,

“Di daerah sini memang jika hujan sering ada genangan air di beberapa titik. Sekarang kami tahu bagaimana untuk mengatasi permasalahan tersebut dan tahu bagaimana limbah jerami bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pupuk organik. Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena dapat membantu kami dalam bertani.” Ujar beliau.

 

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan sumber daya tanah melalui biopori dan pemanfaatan limbah jerami sebagai pupuk organik, Kelurahan Babadan berharap bisa menjadi contoh inspiratif bagi kelurahan lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.

 

 

Tiktok KKN-MMD UB 351 : Tiktok KKN-MMD UB 351

Instagram KKN-MMD UB 351 : Instagram KKN-MMD UB 351

Penulis: Afiifah Sabrina Adzmi